7
Jul

NASA: Hubungan yang Lebih Baik dengan Dunia Muslim untuk Kemajuan Perjalanan Luar Angkasa

Administrator NASA Charles Bolden mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa misinya yang terpenting sebagai kepala badan eksplorasi ruang angkasa Amerika adalah untuk memperbaiki hubungan dengan dunia Muslim.

Bolden mengatakan dalam wawancara dengan Al Jazeera yang memperkuat hubungan tersebut merupakan salah satu tugas utama yang ditugaskan Presiden Obama atas dirinya. Dia mengatakan interaksi yang lebih baik dengan dunia Islam pada akhirnya akan memajukan perjalanan ke luar angkasa.

You are missing some Flash content that should appear here! Perhaps your browser cannot display it, or maybe it did not initialize correctly.

"Ketika saya menjadi administrator NASA - atau sebelum saya menjadi administrator NASA - ia (Obama) membebankan saya dengan tiga hal. Satu, dia ingin saya membantu menginspirasi kembali anak-anak untuk ingin masuk ke dalam ilmu pengetahuan dan matematika. Kemudian dia ingin saya untuk memperluas hubungan internasional kami. Terakhir, dan mungkin terpenting, dia ingin saya menemukan cara untuk menjangkau dunia Muslim dan lebih terlibat lagi secara dominan negara-negara Muslim untuk membantu mereka merasa baik tentang kontribusi bersejarah mereka dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dan juga matematika" kata Bolden dalam wawancara tersebut.

Memang, banyak yang menduga bahwa dalam aktifitasnya, NASA banyak menjadikan Kitab Suci Umat Muslim -- Al-Quran -- sebagai referensi. Al-Quran sendiri telah banyak mengungkap rahasia luar angkasa dan alam semesta. Salah satunya adalah teori 'Big Bang' yang baru-baru ini radiasinya berhasil ditangkap dan digambarkan oleh Teleskop Max Planck.

Namun, banyak orang beranggapan bahwa pendekatan ini hanyalah diplomasi semata untuk memperbaiki hubungan luar negeri Amerika dengan negara-negara Muslim terutama di Timur Tengah. Bolden sendiri, menyanggah anggapan tersebut dalam wawancaranya.